Aku
masih perhatikanmu di atas tribune
Saat
wajahku tertimbun sebagian wajah kagum
Pada
mereka yang lihai menggiring bola
Sampai
ciptakan kalah yang ke dua
Lalu
wajahmu pelan tertimbun
Sebagian
wajah khawatir yang getir
Kala
bola kocar-kacir berpikir
Suka
cita yang diidamkan
Ciptakan rusuh dan lusuh
Yang
mengaduh jadi musuh
Di
tribune yang paling atas
Antara
matahari yang menyengat panas
Serta
nyanyian yang memanas
Aku
masih perhatikanmu
Yang
membidik wajahku
Dengan
lensa kamera milikmu.
Purbalingga, 1 Mei
2018.
0 komentar