Esemu
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
    • Version 1
  • About
  • Artikel
  • Esai
  • Opini
  • Resensi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Contact Us

Aku

dan

Kamu


 

; Dari film Cocain Godmother

/1/
La Madrina memulai hidupnya di Kolumbia
Sebagai pelacur, pembuat dokumen palsu, dan
Pengepul kokain dari para perempuan berdada kecil

Syahdan La Madrina berjalan-jalan ke Miami dan Eropa
Agar isi dada kecil dan celana dalam para perempuan 
Binaannya sampai pada pelanggan yang ingin terbang
Pada keramaian yang amat sunyi dan sepi

/2/
Masing-masing suami La Madrina mati dengan tangannya
Sendiri yang tidak tahan hidup di bawah laki-laki 
Sebab ada dusta yang tidak ada habis-habisnya 
Lantaran kemaluannya kerap dibagi pada perempuan lain

Romansa La Madrina dengan laki-laki selalu berujung tragis 
Tetapi ia tetap mencintai satu perempuan bernama Carolina
Sampai habis usia Carolina, ia tetap setia bercinta 
Sembari menghirup kokain milik La Madrina

/3/
Empat anak laki-laki La Madrina penuh rupa-rupa
Ada yang pandai menghitung angka, ada yang 
Pandai menghabiskan uang La Madrina, dan ada yang 
Tidak tahu apa-apa mengenai isi kepala Ibunya

/4/
Pada detik terakhir La Madrina tidak punya apa-apa
Dan mati ditembak dengan cara yang ia
Ciptakan sendiri.

Purbalingga, Juni 2020.

Sumber: https://nucleusportland.com/products/meyoco-medusa

/1/
Di hadapan anjing tuan muda menggonggong
Mulutnya komat-kamit membuang serapah dan sampah
Medusa kaget bukan kepalang mendengar ancaman yang melolong

Sebelum Medusa lari tunggang-langgang ke ujung Athena
Ia sempat menatap tuan muda dengan sedikit nanar dan malar

Lima detik mata tuan muda balik menatap Medusa 
Tetapi saat mata Medusa ingin bekerja 
Ia malah melihat gonggongan itu mengejar tubuhnya

/2/
Pukul tujuh pagi Medusa melihat-lihat kebun di rumahnya
Ia masih menggunakan piama dan ular di kepalanya 
Sedang melilitkan bunga mawar di telinga

Pelan-pelan Medusa berjalan ke tengah kebun
Lalu ia menciumi bunga mirtle di tangan kirinya
Dan mendadak aroma tuan muda merasuk
Ke dada Medusa dan membuat tubuhnya bergetar

Ular-ular di kepala Medusa merasakan getaran itu
Lalu mereka cemburu dan mematuk hatinya 

Sembari ular-ular itu khusuk menyalakan doa terakhir
Medusa mati dalam keadaan menelan dosa-dosa. 

Purbalingga, April 2020.

Postingan Lama Beranda

Kategori

  • Artikel
  • Esai
  • Opini
  • Puisi
  • Resensi
  • Sastra

ABOUT ME

Perempuan partikelir yang suka menghayal dan mangkir dari takdir. Pasti kau melihat kami sebagai rakyat yang suka bercanda ya? Aku juga melihatmu sebagai birokrat yang tidak serius.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Sampai Kau Baca Tulisan Ini, Aku Masih di Ruanganmu
  • Kopi Ki[t]a
  • Panggilan Ngopi Sambil Diskusi Emang Nikmat, Tapi Jalan-jalan Bikin Sehat
  • USBN (Ujian Sabar Bertingkat Nasional)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates