Sebelum Loper Koran Dikabarkan Terbakar

Foto: Sabdan Hutomo


/1/
Aku ingin menemani kau sampai renta
Menerima kabar buruk dan nasib baik yang aku punya
Sampai susul-menyusul usia kita
Syahdan aku bisa menyaksikan
Kau membaca obitarium dengan wajah kagum
Lantaran sebelum aku dikabarkan mati
Usiaku berhasil menyiapkan teman koran pagi

/2/
Berita pagi ini membuat kau gelang-geleng kepala
Kawan sejawatmu dulu dikabarkan menggelapkan uang
Dari tender pembuatan rumah ibadah yang ditawar pemerintah
Padahal terang-terangan dulu kau bilang
Bahwa tidak ada kasih tuhan yang bisa dijual murah dengan marah

Setelah tuntas menggelengkan kepala
Kau beranjak dari kursi goyang depan rumah
Lalu masuk ke dapur dan memintaku buatkan segelas jahe merah
Aku menganggukkan kepala dan kau mencium keningku
Katamu, agar lakuku selalu seperti jahe susu
Manis, hangat, dan bisa dihidangkan ketika lesu

/3/
Sebelum selesai aku siapkan tungku
Kau membuang koran tepat di tengah perapian
Koran itu terbakar kemudian api menyala-nyala
Hampir saja api itu menyentuh dadaku
Aku mengerutkan dahi dan kau mempererat lingkaran tangamu
Di tubuhku

/4/
Hari ini loper koran tidak datang
Kau nampak gelisah dan tidak tenang
Beberapa teman mengabarkan peristiwa yang
Tidak menyenangkan dan mengagetkan

“Pak Aman dikabarkan mati dalam keadaan hangus.
konon, ia terbakar oleh amarah pelanggan setianya
tadi pagi.”

Lalu kau masuk ke kamar dan membenamkan kepala
Dalam dadaku siang-siang.

Purbalingga, Maret 2020.


0 komentar