Kadang-kadang aku ingin menjadi Pingkan
Supaya dapat dicintai dengan sederhana oleh Sarwono?
Bukan. Supaya aku bisa menghentikan hujan pada sajak dari mataku sendiri.
Bukankah kau selalu senang dengan hujan yang membuatmu tabah saat menulis sajak ini?
Kadang
iya, kadang tidak.
Tapi, sebenarnya aku ingin kau menjadi Gendis.
Agar aku tidak risau kenapa Ayah ke Selatan dan Ibu ke Utara?
Bukan. Agar kau penuh keyakinan tentang hubungan kita yang sebentar dekat sebentar jauh sejenak tenang sejenak riuh yang kupahami tapi tak kau pahami yang kau pahami tapi tak kupahami
Kalau begitu. Mari, kita berdua saja, duduk. Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput. Lalu, beri tahu aku, kau memesan apa.
Aku akan memesan kita dan waktu. Agar tidak hanya kita yang abadi, tetapi waktu juga. Agar pada suatu hari nanti, kau tidak sendiri.
Purbalingga, 19 Juli 2020.
*)
Selarik percakapan kita, ketika mendengar Eyang Sapardi tiada. Beberapa larik
puisi Eyang masuk ke dalamnya.

0 komentar