Aku Bocah SD



Oleh : Umi Uswatun Hasanah

Aku bocah SD
Perhatianku terpusat pada perilaku orang-orang yang mengaku dewasa
Terkadang mengasyikkan namun lebih banyak menimbulkan pertanyaan
Katanya aku tak perlu banyak bertanya, padahal aku ingin belajar darinya
Sebab sebentar lagi aku dewasa

Aku bocah SD
Seragam masih merah putih otak masih tinggal seperempat
Selebihnya diisi gulali 
Kertas gambar berserak
Spidol warna yang berwarna-warni cukup jadi pengisi

Aku bocah SD
Televisi nyala dengan suara yang tiada
Aku bersorak hore, orang dewasa melipat wajah
Aku mengerutkan dahi, mereka memarahiku

Aku bocah SD
Melihat orang dewasa di ruang kelas
Menebar tawa di hadapan benda berbentuk persegi panjang
Aku membelikan obat untuknya barangkali ia sakit panas
Aku malah dihukum berhormat menghadap Sang Saka

Aku bocah SD
Meminta kewajibannya mengajariku
Katanya lakukanlah apapun yang aku mau
Padahal aku tidak tahu apa yang aku mau
Dan orang dewasa masih mainan hape

Aku bocah SD
Aku baru tahu itu namanya hape
Benda yang tidak bisa berjalan tapi dengan mudah membuat ia senang
Melupakan kewajibannya mengajariku menjadi dewasa
Aku hanya bisa menggaruk kepala sembari menikmati gulali

Aku bocah SD
Barangkali semua masalah orang dewasa sudah dikemas di hape
Semuanya dengan mudah digenggam lalu ditertawakan
Ternyata masalah orang dewasa itu lucu
Tidak miris seperti gulaliku 

Aku bocah SD
Sedikit mafhum perihal masalah orang dewasa
Lucu
Menggemaskan
Dan bikin ketagihan

Purbalingga, 3 Oktober 2016.


0 komentar