Omong Kosong


Oleh : Umi Uswatun Hasanah

Ini..
Kutuliskan berderet kalimat omong kosong, tiada diksi, hanya saja sedikit mengoyak hati. Mencabik raga yang tadinya tiada luka sama sekali, meski jiwanya sejujurnya begitu; hampir gila. Hampir gelap. Hampir mati. Oh, sayang sungguh sayang, rumah sakit jiwa begitu sesak dipenuhi orang sakit jiwa. Begitu pula kah kita? Sinting. Gila. Sakit jiwa!

Kamu tahu omong? Berbicara nyaring tiada sarat makna tuk pengakhir. Mencari celah sana-sini sampai hati melukai hati yang lain. Bukan! Bukan hati, tiada sama sekali ada hati pada rongga perut bagian kanan. Bukan pula Tuhan lupa menaruh hati, hanya saja manusia yang melupa ada hati.

Kamu tahu kosong? Melompong! Tidak ada isi sama sekali. Lagaknya bergaya bak orang paling pintar sedunia. Tapi, otaknya tiada sama sekali dipenuhi ide-ide sinting yang diwujudkan. Malah kosong! Lagi, kosong!

Lengkap! Omong... kosong... ! Apalagi? Ada tambahan?


Purbalingga, 18 Juli 2016.

0 komentar