Kesurupan
Oleh : Umi Uswatun Hasanah
“Ha.. ha.. ha..”
Setan tertawa, merasuk
jiwa raga keturunan hawa. Suaranya melengking, memecah gendang telinga yang
sedari tadi senyap. Kemudian, membuyar keasyikan meluap emosi sejak panas hari
itu.
Senior omong kosong,
junior mengkosongkan omong. Asyik bukan?
Memang butuh apa lagi
tuk membuktikan keasyikkan senior dan junior? Setan saja ikut andil meramaikan
suasana. Membuat keturunan hawa berlarian dari ujung jalan sampai pinggir
jalan. Asyik bukan?
Lalu; mereka
berkerubung ramai-ramai mengelilingi junior keturunan hawa yang tengah dirasuk
setan. Tertawa. Menangis. Berteriak. Ingin pulang, katanya ketus.
“Robohkan tenda-tenda!
Cabut patok-patok! Atau..., lusa semua gagal!”
Setan mengendalikan,
semua ketakutan. Itu tanda kesurupan, setan merasuk pada jiwa, lalu melukai
raga. Darah bercecer, pena menancap pada tangan menggores kata yang begitu membuat gencar.
PERGI ATAU GAGAL.
Purbalingga, 17 Juli 2016.
0 komentar