Bengis

Bengis
Oleh : Umi Uswatun Hasanah

Pada jiwa yang rapuh...
Mungkin aku hanya setitik dari tinta yang terbuang setelah menggoreskan jawaban
Lalu dikucilkan sebab bentuk kecilnya yang kerdil
Jadi tak ada satupun yang mengerti bahwa aku pemilik hati yang besar itu
Lagi, aku bukan jiwa yang merdeka
Aku dijajah beribu bayang langkah kaki yang hitam pekat itu
Bahkan saat darah merah kujadikan basuhan wajah

Terkadang aku muak....
Aku lembut, katamu sok lemah
Aku garang, katamu sok berani
Aku membisu, katamu aku tidak bisa apa-apa
Aku katakan semuanya, katamu yang keluar dari mulutku itu dusta

Berengsek!
Aku kini bukan aku yang dulu
Menyandang kekinian bukan keduluan
Aku berjalan di depan bukan menjadi pengikut
Tapi, pejuang mimpi yang bermimpi menjadi pemimpi
Makanya, aku tidak suka tidur pada malam-malam hari
Agar mimpiku terjaga
Terwujud sampai masa menjadi bengis itu sirna


Purbalingga, 6 Juni 2016

0 komentar