Selamat...




Oleh : Umi Uswatun Hasanah

Untuk luka yang kian hari kian menganga
Kau tidak akan pernah tahu, betapa pedang itu perlahan menyayat hati
Tangis yang kian hari kian menyiksa
Pun berhari–hari tetap sama, kau tidak akan pernah tahu

Aku bahkan rela menjaga hatimu, untuk tetap kuat dan bertahan
Dan kau? Kau rela menjatuhkanku, dalam api yang begitu membara
Perlahan–lahan, ketika aku tak kuat menahan panasnya api
Ingat bisikanku, “kau akan mati!”

Jasadmu utuh, namun jiwa telah mati
Jiwa penghianatmu yang mematikan hatimu
Tawamu yang akan menjadi tawaku
Dan tangisku akan menjadi tawamu

Selamat....
Kuakui kau hebat, juga pandai menggerus semangat sampai lumat
Tapi sungguh, perlahan kau remuk dengan segala kemurahanmu menebar bunga
Bunga kematian
Berwangi busuk

Purbalingga, 15 Mei 2016

0 komentar