Oleh : Umi
Uswatun Hasanah
Bertengger di atas
wagu-nya zaman
Di setiap
malam-malam yang kejam
Roda dua yang
diciptakan Ernest Michaux
Yang telah
disempurnakan Edwar Butler
Teman paling
setia melawan waktu
Hingga mimpi dan
malam menyatu
Aku bermimpi
bersajak di atas panggung itu
Sedang malam
mendengarkan setiap sajakku
Hari-hari ini
aku semakin gila
Tak peduli jika
nasibku seperti Pram
Beberapa kali
mencicipi jeruji besi
Karena pembelaan
tidak disukai
Aku hanya muak
dengan kedok keadilan itu
Yang senantiasa
menjajah logika dan batinku
Lagi, aku
sanggup di jeruji besi
Asal logika dan
batinku merdeka
Purbalingga, 28
April 2016
0 komentar