Seperti R.A Kartini, Aku Juga Ingin Menulis Surat Untukmu

Ilusrtasi: Openclipart

Puan yang manis/tersayang..

Seperti R.A Kartini kepada Nyonya Estella dan Tuan Abendanon, aku juga ingin menulis surat untukmu. Kalau dulu R.A Kartini menulisnya di selembar kertas, aku bersurat melalui blog pribadi. Semoga berkenan membaca, ya. Kalau punya waktu luang, kamu boleh membalasnya. Dengan senang hati dan pikiran terbuka aku menerima.

Beberapa pekan lalu, aku banyak melihat potret perempuan dengan kondisi wajah babak belur. Mereka mengunggahnya di akun media sosial seperti Instagram, Twitter, Tik-tok, WhatsApp, dan lainnya. 

Emmm.. kamu juga melihatnya, kan? Waktu itu aku cukup panik melihat itu. Jariku ingin nge-mention berkali-kali akun @KomnasPerempuan.

Tetapi, setelah membaca balasan di postingan tersebut, aku baru tahu kalau wajah babak belur itu hanya sebuah challenge. Mereka menyebutnya mugshot challenge

Kamu tahu tidak apa yang aku lakukan setelah tahu itu sebuah challenge? Garuk-garuk kepala sembari menyenderkan tubuh ke dinding kamar.

Sebab, dengan adanya Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan, membuatku selalu was-was soal keamananmu. Tahun 2019 kasus kekerasan meningkat sebanyak 6%. Jumlah kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) 2019 ini berjumlah 431.471, sedangkan tahun sebelumnya sebanyak 406.178.

Dari beragam jenis kekerasan, Komnas Perempuan menyebut ada tiga jenis KTP. Pertama, KDRT/RP. Dalam kasus ini yang paling menonjol adalah kekerasan fisik, psikis, ekonomi bahkan tidak jarang kekerasan seksual.

Kedua, kekerasan di ranah komunitas/publik. Dari kasus jenis ini perempuan seringkali mengalami kekerasan seksual seperti pencabulan, perkosaan, pelecehan seksual. Sementara yang lain mengalami percobaan perkosaan dan persetubuhan.

Terakhir, KTP di ranah negara tepatnya di DKI Jakarta berupa kasus penggusuran, kasus intimidasi kepada jurnalis ketika melakukan peliputan, pelanggaran hak administrasi kependudukan, kasus pinjaman online, tuduhan afiliasi dengan organisasi terlarang.

Sementara di Sulawesi Selatan ada kasus pelanggaran hak administrasi dan kesulitan untuk akses BPJS. Kemudian, di Jawa Tengah juga ada pemukulan oleh oknum Satpol PP saat penggusuran.

Sebenarnya, tidak masalah kalau kamu mau ikut-ikutan mugshot challenge. Tapi, pernah enggak berfikir di luar sana ada perempuan yang terjebak toxic relationship lalu mengalami kekerasan dan tidak bisa melapor? Kita tidak bisa menjamin itu, loh.

Btw, kamu udah nonton The World of the Married belum? Di situ juga ada Min Hyun Seo yang berkali-kali mengalami kekerasan oleh pacarnya. Min Hyun Seo cukup beruntung karena bertemu Ji Sun Woo di jalan.

Meski, saat itu Ji Sun Woo memilih kembali membuntuti suaminya yang selingkuh. Tetapi, Ji Sun Woo di lain waktu tetap menolong Min Hyun Seo dan mengeluarkannya dari toxic relationship.

Ya udah, kalau kamu bandel mau tetap ikutan mugshot challenge, tapi dikasih disclaimer, ya. Biar yang lihat enggak senam jantung. Jadi, mereka tahu kalau itu hasil kreasi tanganmu sendiri, bukan kreasi tangan orang lain yang berhasil memukulimu.

Aku terlihat kaku, ya? Enggak, kok, aku cuma ingin memastikan kamu tetap dilimpahi kasih sayang.

Di masa pandemi yang membuatku harus #dirumahsaja, aku juga tidak jarang memantau aktivitas akunmu. Udah, jangan terlalu sering insecure. Akun bedebah yang seringkali memojokan warna kulitmu memang tidak perlu mendapat perhatian. 

Kamu tetap manis kok meski berkulit gelap. Kan, Indonesia memang beriklim tropis. Lagian, ngapain, sih, masih baca cuitan dia? Kan kamu bisa baca cuitan lain, seperti cara membuat dalgona coffee misal.

Aku juga baca cuitanmu yang memaki-maki staf khusus milenial. Wajar kalau kamu begitu. Aku pun merasakan hal yang sama. Pasalnya, dengan gaji yang tidak sedikit, kerjaan staf khusus milenial memang pantas dipertanyakan.

Lagian, kok malah kampanye menyalakan lilin. Siapa aja pasti bakal menyalakan lilin kalau mati listrik. Kecuali, mereka yang punya privilege. Hihi.. Syukurlah staf khusus ini pamit undur diri dari istana. 

Oh, ya, aku juga kesal dengan staf khusus yang menulis surat sampai kecamatan itu. Apakah ia adalah Doraemon yang bisa menembus ke mana saja? Kalau iya, aku mau minta RUU PKS disahkan, dong. Hihi 

Dengar-dengar kemarin kamu seminar proposal, ya? Kalau tidak ada pandemi, kamu pasti tidak seminar proposal secara daring. Terus kamu bisa deg-degan saat dosen penguji melemparkan beberapa pertanyaan. Lalu kamu berusaha menjawab dengan benar, lantaran temanmu banyak yang menonton.

Kemudian, kamu juga tidak perlu pakai aplikasi Zoom, yang belakangan diketahui berbahaya. Dilansir dari Kompas.com, aplikasi Zoom ini ternyata tidak menggunakan enkripsi end-to-end. Akibatnya, datamu bisa diintip oleh peretas.

Sebenarnya, aplikasi ini bukan pertama kali tersandung masalah keamanan. Pada Maret lalu, aplikasi Zoom pada iOs juga kedapatan membagikan data analitik milik pengguna kepada Facebook, meski pengguna tidak memiliki akun Facebook.

Kalau bumi sudah kambali sehat, kita ngeteh di tempat biasa, ya! Jangan terlambat, aku sudah tidak sabar mendengar ceritamu selama #dirumahsaja. Tapi, kalau kamu mau bercerita melalui surat, aku akan sangat senang membacanya.

Dah, Puan sayang. Aku ucapkan terima kasih telah bertahan menjadi perempuan yang merdeka. Aku sampaikan salam hangat dariku, peluk cium,





Perempuan partikelir.



6 komentar

  1. Aku muncul satu nama nih setelah baca tulisanmu wkwkw

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. What is merit casino? | Xn--O80B910a26eepc81il5g.online
    What 메리트 카지노 고객센터 is merit casino? · 4. Play Live Dealer · งานออนไลน์ 3. Become a winner · 2. Become a winner · 1. Become a winner · 1. 바카라 사이트 Become a

    BalasHapus