/1/
Hari ini pasar belum ditutup
Jeng Yah masih berdagang sayur dan nasib
yang mujur
Dari jauh ia nampak sebagai perempuan yang gigih
Lantaran waktu melamunnya habis mengunyah
sirih
Sepekan ini ia sepakat agar bumi lekas sehat
Tetapi omongan perangkat desa yang datang
Tidak membuat perut Jeng Yah kenyang dan
senang
/2/
Yu Niem membawa dompet kecil yang isinya
segepok percaya
Ia mengasihi laki-laki tua yang membawa
suling dengan cinta
Lalu komat-kamit mulutnya berdialog dengan
Tuhan
Supaya cinta gampang didapat tanpa harus beli
di pasar
/3/
Yu Sum pulang membawa seikat kangkung
Ia memasaknya dengan gugup dan nyala
kompor yang redup
Di atas wajan ia tambahkan kecemasan
Tidak lupa dengan kalut-marut sampai larut
Sayangnya Yu Sum tidak mengingat
Berapa kali ia masukkan garam di masakan
yang
Sedang ia garap
Setelah ia coba sayur kangkungnya
Ternyata sangat asin dan kurang perasa cinta
Lantaran tadi pagi ia lupa tidak
membelinya
Lalu ia berbisik pada Tuhan
pelan-pelan:
“Gusti, sepertinya saya butuh suami satu lagi!”
Purbalingga, Maret 2020.

2 komentar
Sukak
BalasHapusAwww malu banget
BalasHapus