Panjang umur kesedihan




Panjang Umur Kesedihan

Di beranda rumah entah sejak pukul berapa
Aku duduk di kursi goyang peninggalanmu
Aku pangku surat kabar hari Sabtu

Pertama-tama,  hidungku mengendus bau surat kabar itu
Lalu kudapati bau tubuhmu yang apak dari keringat dan sisa parfum di bajumu

Kedua, tanganku menyentuh lembaran yang menyeretku pada waktu
Di mana ketika kau pulang tepat sebelum langit berwarna sepia
Kau mengajakku makan malam di hotel ternama bersama kerabat kerja

Saat itu, pelan-pelan kerabat kerjamu menggeserkan kursi
Ia mendekatkan mulutnya yang bau alkohol ke telingamu
Samar-samar aku dengar: bunuhlah bajingan kesepian itu di kegelapan! 
Setelah itu, aku tidak peduli kau dan kerabat kerjamu tertawa
Terpenting perutku kenyang dan kau membelikanku berlian

Ketiga, aku tidak bisa melanjutkannya
Sebab saban aku mulai membaca judul berita dan kerangkanya
Mataku yang katarak tidak bisa membuat bola matanya bergerak

Sebab saban aku mulai mengeja judul berita dan kerangkanya
Mulutku selalu bicara perkara kesedihan yang lebih panjang
Dari umurku yang sekarang.

Purbalingga, 10 Maret 2019.



0 komentar