| Sketsa: http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2012/11/hanya-sepetak-tanah-ini-tumpah-darah.html |
Tanya ada di mana-mana
Di gedung-gedung yang saling berdesak
Atas suara-suara gaduh
Akibat kursi-kursi mengaduh
Di mana-mana tanya bertanya
Atas mengapa yang tak lekas dapat karena
Layaknya dentuman dinding yang
Menggiring kerumunan untuk minggir
Sampai tak lekas kembali dapat sepi
Mana ada yang bertanya
Di mana laki-laki yang bersuara
Lewat puisi-puisinya
Soal keangkuhan penguasa
Dari buku-buku yang mereka baca
Tanya bertanya di mana-mana
Apa moncong senjata
Juga pelurunya
Matikan ia
Ada di mana-mana bertanya
Benarkah laki-laki itu mati?
Atau sedang sekarat
Saat mulutnya tengah berpuisi
Demi sepetak tanah yang dijual murah.
Purbalingga, 8 April 2018
0 komentar