Oleh : Umi Uswatun Hasanah
Selembar kertas kenangan
Perihal kenangan pernah bertegur sapa
Perihal jiwa lembut yang sedikit d emi sedikit
tersayat benda tajam
Perihal hati sejatinya ingin di selamatkan dari hati
yang lain
Perihal selembar kertas kenangan yang usang
Selembar kertas kenangan
Bukti bisu perihal cinta yang kau umbar dengan
segenggam rasa ilusi
Bukti betapa rapuhnya hati akan kedatangan hati yang
baru
Bukti alangkah bodohnya aku pernah sedekat hirupan
nafasmu
Bukti aku pernah inginkanmu nyata adanya dalam hidup
Selembar kertas kenangan
Kertas putih menorehkan aksara jiwa dalam hati
Dalam aksara aku bius dalam-dalam jeritan rindu
Dalam aksara aku biarkan kau menari-nari
Dalam aksara aku menjemput paksa ajal hatimu dalam
hatiku
Inginku bakar selembar kertas kenangan, berisi
aksara dan wujud nyata jasadmu
Purbalingga, 26 Desember 2015
"Besarkan ambisi, agar usaha penjatuhan semakin kecil dan menciut."
0 komentar