Asus Zenbook Solusi Masalah Anda


Menjadi aku, yang sibuk dengan tugas-tugas sekolah yang banyak macamnya memang membuat hidupku agak monoton. Di mana setiap hari harus berhadapan dengan layar monitor. Setiap hari begitu, tidak berbeda. Padahal, tahu sendiri kan sesuatu yang digunakan terus menerus tanpa jeda bakal terjadi apa? Rusak parah. Penggunaan yang tidak normal bakal merusak performa. Itu yang terjadi sekarang pada laptop yang baru kubeli 2 tahun lalu. 

Keadaan laptopku yang bisa dibilang kerja rodi itu sekarang sangat memprihatinkan. Layar monitor suka kedip-kedip, papan ketik tidak berfungsi, ketambahan hardisk eror. Butuh ketabahan hati yang luar biasa untuk menghadapi. Meski ini lebay sekali. Lalu, untuk seukuran aku yang notabenenya masih jadi seorang pelajar, pastinya butuh kesediaan uang yang lumayan. Padahal pemasukkan hanya dari orang tua.

Alternatif pertama, untuk merampungkan tugas tanpa mengeluarkan uang, yaitu pinjam laptop ke seorang teman. Hanya butuh modal pasang muka melas dan sedikit merayu. Merayu doi aja jago, merayu teman mah lewat.  Akhirnya, dengan segala jenis rayuan yang jadi andalanku, dia bersedia meminjamkan laptop. Orang baik sepertiku memang acapkali dikelilingi orang yang baik pula. Rejeki anak saleh. Hehe


Sekarang, aku tidak lagi kalang kabut mencari laptop. Sebab, sudah ada teman yang meminjamkan. Hampir setiap hari aku meminjamnya, apalagi jarak rumahku dengannya yang hanya dibatasi pagar saja. Sehingga, tidak membutuhkan bahan bakar yang terlalu banyak untuk mengambilnya. Tidak menghabiskan bensin, misalnya. Juga tidak menghabiskan nasi buatan mama, misalnya lagi.

Lalu, aku keasyikan dengan laptop hasil pinjaman. Sebab tugas yang begitu membludak tidak sesuai takaran. Alhasil, sampai satu bulan laptop milik temanku tidak kukembalikan. Bahkan, aku sudah sangat sayang. Tahu kan rasanya punya doi yang selalu menemani? Rasanya begitu begini… Ah, susah dijelaskan kalau sudah sayang yang hampir menjurus ke cinta. 

Hari-hari berjalan seperti biasa. Dengan kebiasaan tugas yang sudah mengantre untuk dirampungkan. Aku menikmati dengan kenikmatan yang membuat lupa diri. Sehingga aku mendapat musibah yang kubuat sendiri, teman yang kupinjami laptopnya tiba-tiba ke rumah dengan marah-marah sembari mengeluarkan sumpah serapah lalu aku mesti tabah. Dengan segala ketangkasan yang dimiliki temanku itu, dia langsung mematikan laptopnya tanpa menyimpan file tugasku.

Miris. Aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika si doi diambil secara paksa dan tugas yang kukerjakan semalam suntuk tak berbuah apa-apa. Bisa dibilang sia-sia. Akhirnya aku memutuskan untuk merampungkan tugasku di Warnet (Warung Internet). Aku rela menyisihkan uang jajanku. Selain untuk merampungkan tugas, aku lebih banyak menghabiskan uang dan waktuku di Warnet untuk main game

Lama-lama, aku ditegur oleh guru karena tugas yang tidak pernah selesai. Pun, karena mama tahu jika jatah uang jajan kuhabiskan untuk main game, beliau murka dengan mengurangi jatahnya. Aku semakin merasa patah hati. Padahal, aku main game untuk menghibur diri karena si doi punyaku sekarat dan si doi yang baru itu diambil paksa oleh sang empu.

Tidak lama kemudian, ada seorang teman lain yang menghampiriku dengan wajah yang prihatin. Dia mencoba menghiburku dengan mengatakan jika sebuah musibah pasti ada hidayah. Bagiku, itu kalimat hiburan yang klasik. Hidupku begitu memuakkan dan seolah hilang arah. Kehilangan beberapa doi yang bikin sakit hati. Sakit hatinya orang yang sudah jatuh cinta akut memang menyulitkan. Move on nya susah, ndess.
Meski begitu, temanku tidak hanya satu. Dari beberapa yang ada di kelas, temanku yang satu ini seolah punya intuisi. Selain memberi kalimat penghibur yang klasik itu, dia juga memberi solusi yang menyenangkan hati. Dia memberi solusi untuk aku mengikuti giveaway Bayu Skak yang berhadiah “Asus Zenbook” dengan cara mengirim artikel saja. Aku mulai penasaran apa itu laptop “Asus Zenbook”. Temanku yang satu ini mulai menjelaskan spesifikasinya.


“Laptop “Asus Zenbook” ini sangat bagus. Sebab mempunyai ruang yang lebih besar, kapasitas penyimpanannya sampai dengan 1000GB belum lagi ditambah dengan Mbak RAM sebesar 8GB DDR3 cocok sama kamu yang suka ngedit video dan nulis. Laptop ini juga dilengkapi VGA GeForce GT840M sebesar 2GB yang tentunya menambah kualitas grafis pada laptop ini. Aku rasa laptop ini cocok sekali bila digunakan dalam bidang multimedia mengingat perpaduan antara performa dan grafis yang cukup baik. pas juga kan, dengan bidangmu. Selain itu, laptop ini juga sangat ringan yaitu hanya 1.2kg sehingga mudah dibawa kemana-mana dan kamu bisa ngedit video atau nulis dimanapun dan kapanpun. Mantapnya lagi, prosesor yang dimiliki itu prosesor intel core 7  sehingga dapat menanggung segala ide cemerlang yang mengendap di kepalamu. Dan sudah dilengkapi dengan OS Windows 10 juga. Ini laptop keren banget, kamu harus bawa si doi sampai pulang.” Kata temanku menggebu.

Aku sudah mulai merencanakan sesuatu. Sebab temanku yang satu ini lebih punya intuisi ketimbang temanku yang agak jahat itu, jadi nampaknya aku lebih mudah merayunya. Baru aku mau mengeluarkan sepatah kata, dia mengeluarkan laptopnya itu dan memberikannya padaku. Tidak disangka, laptop milik temanku itu “Asus Zenbook”. Mataku langsung berbinar-binar, hatiku kepincut benar, dan aku langsung jatuh cinta dengannya. Dengan laptop “Asus Zenbook” maksudnya, bukan temanku itu. Aku masih normal. Hihi




Dengan laptop yang dipinjami dan sisa waktu yang ada, aku mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan ambisius sekali. Aku melupakan makanku agar ide itu tidak hilang karena perut yang kenyang. Beberapa hari aku serius membuat artikel, sampai hari ke-7 aku menyelesaikan artikelnya dan langsung mengirim. Aku sangat berharap punya doi baru yang berkelas dan nggak murahan seperti yang dulu-dulu. Biar nggak sakit hati melulu.



0 komentar